Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi Di Garut, Pemkab Garut Tetapkan KLB
![]() |
| Korban Dirawat Di Sebuah Puskesmas |
Kuningan-FOKUS JABAR
Kasus keracunan MBG Kembali terjadi. Kali ini kejadiannya di Kabupatén Garut, tepatnya di Kecamatan Kadungora. Korban mencapai 131 orang terhitung sampai dengan Selasa, 30/9/2025
Akibat kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Malam tadi kami melaksanakan rapat. Intinya adalah, kita menegaskan kembali bahwa kondisinya tadi sudah perlu penanganan khusus. Maka kita tetapkan KLB," ujar Syakur, Rabu seperti dikutip dari detikJabar.
![]() |
| Cek Trailtop Balance Pad NBR 40*30*4cm Matras Olahraga Ab Wheel Roller Matras Bantalan Lutut Dan Siku dengan harga Rp39.884. |
Korban pelajar dari SDN 3 Talagasari, SMPN 1 Kadungora, SMP PGRI dan SMA Annisa Kadungora, jumlah korban 131 pelajar.
Para korban mengalami gejala keracunan seperti diare, sesak napas, mual dan muntah setelah mengkonsumsi MBG di sekolah, Selasa kemarin.
Ada beberapa menu yang dikonsumsi para pelajar. Mulai dari daging sapi, kacang edamame, hingga susu bantal cokelat. Para pelajar mayoritas merasakan gejala keracunan 2 jam setelah mengkonsumsi MBG
Rahmawati (14), salah seorang siswa SMP PGRI Kadungora yang mengalami keracunan mengaku gejala yang dirasakannya terjadi cepat. Dia mengaku sesak nafas, mual, pusing, bahkan sempat pingsan di sekolah.
"Tadi saya kerasanya pas lagi ekskul. Langsung sesak dada dan engap," kata Rahmawati.
Selain itu diberitakan pada Selasa lalu, ada pula guru yang mencicip menu MBG dan salah satu penjaga sekolah yang jadi korban keracunan.
Ada tiga di antaranya harus dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut, karena kondisinya memprihatinkan. Salah satu dari tiga korban yang dirujuk, adalah seorang balita bernama Karisa.
Syakur menjelaskan, dirinya telah melakukan pemantauan secara langsung kepada para korban pada Selasa malam tadi. Mayoritas dari korban sudah menunjukkan kondisi fisik yang berangsur membaik.











