Subscribe Us

Results for Kuningan

Ini Yang Namanya Maling Apes, Kemarin Nyolong Besok Ketangkep Polisi

Oktober 28, 2025
Ilustrasi Maling Apes, Kemarin Mencuri Besok Ketangkep

Kuningan-FOKUS JABAR

Ini rupanya yang dibilang maling apes. Baru kemarin mencuri besoknya sudah diringkus polisi.

Peristiwa tersebut diungkap oleh Akhzan warga Dusun Cipetir RT 1 RW 2, Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, yang motornya sempat hilang dicuri Kemarin, tangal 27 Oktober kira kira jam 15.30.

Motor tersebut berjenis Honda Genio. Parahnya, motor milik akhzan tersebut dicuri saat sedang diparkir dihalaman rumahnya. 

Namun Akhzan masih beruntung karena kabarnya pencurinya tersebut kini sudah berhasil ditangkap angggota Kepolisian Sektor Garawangi di sekitar wilayah Cilaja.

Sepeda motor Akhzan kabarnya sempat dijual dengan keadaan plat motor yang dipreteli. Satu dari dua pelaku berhasil bitangkap, sedang yang satunya masih buron.

(Bopih)

Peroyek Pengerjaan Revitalisasi SD Cibingbin 6 Hampir 100 % Selesai, Bermasalah?

Oktober 27, 2025


Kuningan-FOKUS JABAR 

Meskipun dijadwalkan sampai akhir bulan Desember 2025 , tetapi pekerjaan revitalisasi bangunan gedung SD 6 Cibingbin sudah hampir rampung. 

Dari pengamatan di lapangan, pekerjaan yang tersisa hanya pekerjaan pemasangan titik saklar dan fitting lampu .

Melihat rencana pekerjaan dan jenis ( point) pekerjaan, dengan selisih waktu pekerjaan yang lebih awal dari yang dijadwalkan, maka timbul pertanyaan, apakah volume pekerjaan dilaksanakan sesuai progres dan rencana pekerjaan?

Kepala Sekolah SD 6 Cibingbin Sudarmoyo , kepada media menjelaskan, proyek disegerakan selesai karena faktor keselamatan para peserta didik. Dia merasa khawatir dengan berserakannya material dan bahan bangunan akan mencelakai peserta didik. 

Sudarmoyo mengeluhkan , meskipun anggaran belum tersedia , untuk menyelesaikan pekerjaan rehab gedung sekolah ini , dia mengaku mengambil dulu (nge bon ) bahan dan material bangunan ke sebuah toko bangunan

Ditanya terkait isyu pemborongan pekerjaan dan menggunakan para pekrja yang di drop oleh seseorang, Sudarmoyo bereaksi dengan suara keras 

Berita terkait : 

SD 2 Teraju Diduga Bermasalah

#Ketua BUMDES Walaharcageur

" Maksudnya apa? Media selalu mencari-cari kesalahan pada pekerjaan ini? Apa yang ada dipikiran media kepada saya ? Kepada guru-guru disini? Saya selalu mencari rejeki dari hal yang halal. Makanya hidup saya barokah " jelas Sudarmoyo tanpa diminta. 

Konsultan pengawas pekerjaan revitalisai sekolah Made menjelaskan, penyelesaian pekerjaan bangun dan rehab gedung sekolah sebelum habis jadwal pekerjaan yang ditentukan 

"Itu tidak masalah selama point, jenis dan volume pekerjaan dilaksanakan, tentunya sesuai rencana pekerjaan dan RAB. Mengenai kwalitas dan tahapan pekerjaan, ini diawasi dengan pelaporan progres kemajuan pekerjaan harian dan mingguan. " Demikian dijelaskan Made.

Terkait dugaan full finanshiring pada penyelesaian pekerjaan SD 6 Cibingbin dan isyu pekerjaan diborongkan atau pemborongan pekerjaan, Sumber Fokus Jabar menegaskan, kalau kenyataanya seperti itu, itu sudah pelanggaran pada program revitalisasi rehab dan bangun gedung sekolah.

"Ada larangan pada proyek pemerintah, apabila anggaran belum tersedia , proses pekerjaan tidak dibenarkan untuk diteruskan." tegas sumber Fokus Jabar.

(Bopih/Dik Oi)


Bupati Belum Respon Petisi Pemberhentian Kades Rakiman, Warga Siap Gunakan Pengacara

Oktober 27, 2025
Gambar Hanyalah ilustrasi


Kuningan-FOKUS JABAR

Warga Padamenak merasa kecewa lantaran Petisi Pemberhentian Kepala Desa Rakiman sampai saat ini belum juga direspon Bupati Kuningan. Bahkan surat petisi juga tidak jelas keberadaannya.

“Prosesnya semakin tidak jelas. Padahal sudah ada bukti dan pengakuan dari pasangan selingkuh R bahwa mereka telah melakukan ML. Ada apa sebenarnya dengan Bupati Kuningan?,” ungkap salah seorang warga.

Begitu banyak pertanyaan pertanyaan yang menggambarkan kekecewaan dari warga Padamenak.

"Kapan kades amoral dipecat Bupati ? Sampai sekarang tidak ada kabar beritanya ?" Tanya Bolot salah seorang warga Dusun Pada Asih Desa Padamenak. 

Berita Terkait : 

#Bukti bukti dianggap kurang kuat

#Kebijakan Pemkab Dipertanyakan

#Ternyata BPD Padamenak

Namun, pertanyaan pertanyaan itu tidak pernah terjawab seakan akan seorang Rakiman itu dianggap lebih berarti dari mayoritas warga yang menginginkan sang Kades yang telah diduga mesum tersebut diberhentikan.

Sementara itu, Didi Kadil, salah seorang warga lainnya mengatakan, pemkab harusny bisa menelaah kasus ini dengan akal sehat. Melihat bukti materi, keterangan saksi kejadian dan pengakuan saksi pelaku, jelas terindikasi Kades memang diduga kuat dan meyakinkan telah melakukan perbutan asusila dengan T pasangan selingkuhannya. 

"Kalau ada pendapat yang mengatakan kejadian asusila ini tidak terjadi, kurang memenuhi unsur terjadi kejadian asusila, berati akal sehat nya patut dipertanyakan " tandas Didi

Akibat sulitnya mengakses informasi keberadan petisi, serta tidak jelasnya proses Putusan Bupati terkait pemberhentian Kades Rakiman, warga akhirnya berinisiarif untuk minta bantuan pengacara.

“Warga akan minta bantuan pengacara menelusuri keberadaan surat petisi BPD, dan menyampaikan agar Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar segera mengeluarkan SK Pemberhentian Kades Rakiman yang keberadaannya dianggap meresahkan warga,” kata Didi Kadil lagi.

Terkait biaya pengacara, lanjut Kadil, warga bersepakat mengumpulkan dana lewat iuran dan partisipasi. 

Hal tersebut dibenarkan oleh warga lainnya, bahwa mereka siap untuk segala konsekwensinya, termasuk harus korban uang.

"Saya rela uang belanja saya diberikan untuk kepentingan perjuangan dan menegakan norma dalam kehidupan bermasyarakat " ungkap warga lainnya. 

(Bopih/dik Oi)

Desa Bangun Jaya Dan Jalatrang Ditetapkan Jadi Désa Siaga Bencana

Oktober 24, 2025

 


Kuningan-FOKUS JABAR

Menyusul Desa Paninggaran Kecamatan Darma yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Desa Siaga Bencana pada bulan Juli lalu, kini Desa Bangunjaya Kecamatan Subang dan Desa Jalatrang Kecamatan Cilebak yang juga ditetapkan sebagai Kampung Siaga Bencana. Penetapan kedua desa tersebut ditunjuk secara langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, mengingat keduanya merupakan daerah rawan bencana alam.

Cek Perapat Miss V Permanen Agar Kembali Perawan Pengencang Rapet Obat Keputihan Perapet Miss Mis V Kewanitaan Merapatkan miss v HERBAL PERAPAT herbal dengan harga Rp79.899

Kampung Siaga Bencana ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana, mengurangi dampak bencana melalui pencegahan dan kesiapsiagaan yang berbasis komunitas serta membangun solidaritas sosial antarwarga.

Sebanyak 120 orang terpilih menjadi relawan tagana (taruna siaga bencana) yang mendapatkan pelatihan mengenai kebencanaan selama dua hari. Kampung Siaga Bencana juga dilengkapi dengan adanya lumbung sosial atau gudang logistik darurat yang disiapkan apabila terjadi bencana alam.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriana, S.H., M.Kn menjadi pembina Apel Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Uji Simulasi Bencana, Jumat (24/10/2025) bertempat di Lapang Sepakbola Desa Bangunjaya, Kecamatan Subang.

Dalam arahannya, Tuti mengatakan, Kabupaten Kuningan merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang termasuk daerah rawan bencana alam seperti tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, dan angin puting beliung.

“Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Sosial dan BPBD dengan segenap sumber daya yang ada selalu berupaya cepat tanggap atau respon cepat apabila terjadi bencana alam di wilayah Kabupaten Kuningan” ungkap Tuti.

Dengan dipilihnya wilayah Kuningan selatan ini, lanjut Tuti, dirasa sangat tepat sebab mulai dari kecamatan Selajambe, Subang dan Cilebak ini merupakan daerah rawan longsor dan pergerakan tanah.

Tuti berterimakasih kepada Kementerian Sosial yang telah menunjuk beberapa desa di Kabupaten Kuningan sebagai Kampung Siaga Bencana.

Tuti berpesan kepada para peserta agar setelah dua hari belajar dan dilatih mengenai kebencanaan diharapkan dapat menyampaikan ilmunya kepada masyarakat lainnya sehingga apabila terjadi bencana semuanya bisa saling bekerjasama.

Apel dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Hasatama Hikmah, mewakili Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban bencana Alam Kementerian Sosial, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dra. Enok Komariah yang mewakili Kapala Dinas Sosial Jawa Barat, Kepala Dinas Sosial Kuningan, Dr. H. Toto Toharudin, Mpd, Jajaran Forkopimcam dan Para Kepala Desa Wilayah Kuningan Selatan. 

(Bun/Bopih)

Pelaksaanaan Revitalisasi SDN 2 Taraju Diduga Asal asalan, Kepala SD ; “Itu urusan konsultan!”

Oktober 22, 2025

 


Kuningan-FOKUS JABAR

Pelaksanaan Program Revitalisasi SDN Taraju, diduga asal asalan. Baja Ringan yang sudah berkarat masih dibiarkan terpasang tidak diganti. Hal ini memunculkan adanya dugaan korupsi. 

Hal ini terungkap saat tim Media Fokus Jabar berkunjung ke sekolah tersebut, Rabu, Oktober 2025.

Andi, Kepala SDN 2 Taraju, mengatakan, bahwa hal tersebut sepenuhnya adalah kewenangan konsultan, pa Andi. Karena secara teknis konsultan lah yang bertanggung-jawab.

“Kan konsultan yang menyusun RAB dan yang lainnya, saya tidak menguasai,” ujarnya.

Menurutnya, dalam hal ini selaku Kepala Sekolah, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Konsultan, Pa Andi. 

“Karena kan ada laporan rutin. Baik itu laporan harian, laporan mingguan. Jadi sebaiknya, anda anda ini konfirmasi langsung ke Konsultan. Tunggu saja, hari ini juga sedang monitoring evaluasi, dan katanya mau ke sini,” katanya lagi.

Sayangnya, begitu lama ditunggu, Andi Konsultan yang dimaksud belum datang juga. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari konsultan.


(Red)

Lestarikan Warisan Budaya Bangsa, Disporapar Gelar OTRAD

Oktober 22, 2025

 

Para peserta Berpoto Dengan Wakil Bupati

Kuningan-FOKUS JABAR

Kegiatan yang satu ini jarang terjadi dan bisa dibilang unik dan menarik. Betapa tidak, Invitasi Olahraga Tradisional (OTRAD) merupakan sebuah upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.

Terbukti pada kegiatan yang digelar di Lapangan Sepakbola Kelurahan Windusengkahan, Rabu (22/10/2025), ini sampai diikuti sebanyak 552 siswa. Semua pesertanya merupakan siswa dari jenjang SD se-Kabupaten Kuningan.

Wakil Bupati Kuningan Hj Tuti Andriani Saat Berpidato

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn, yang didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Drs. Asep Budi Setiawan, M.Si, serta dihadiri Wakil Ketua DPRD Kuningan, SAW Tresna.

Dalam sambutannya, Amih Tuti, sapaan akrab Wakil Bupati Kuningan menyebutkan bahwa olahraga tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya bangsa yang harus dijaga, dilestarikan dan dikembangkan.

“Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kerjasama, ketangkasan, kebersamaan serta semangat kebangsaan” Ujar Amih.

Melalui kegiatan Invitasi Otrad, Amih berharap bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal.

“Saya percaya, kegiatan ini akan membawa dampak positif, terutama bagi generasi muda untuk lebih mencintai budaya sendiri di tengah derasnya arus globalisasi” Lanjut Amih.

Kegiatan ini di ikuti oleh ratusan siswa SD dari tiga puluh kecamatan di Kabupaten Kuningan, dengan lima cabang olahraga tradisional, yaitu Egrang, Hadang, Tarompah Panjang, Sumpitan dan Dagongan. 

Ketua Panitia Sekaligus Kabid Olahraga Bayu Rusman

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga merupakan Kabid Olahraga, Disporapar Kuningan, Bayu Rusman, mengatakan, kegiatan ini oleh peserta dari 30 Kecamatan, terdiri dari 552 peserta.

“Yang tidak mengirimkan peserta hanya Kecamatan Subang dan Cilebak,” ujarnya

Jenis olahraga tradisional nya, kata Bayu, yaitu Egrang, Hadang, Tarompah Panjang, Sumpitan dan Dagongan. 

(BOPIH)




Wajib Dilaporkan ! Direktur BUMDES Kalimanggis Kulon Langgar PP No 53 Tahun 2014

Oktober 22, 2025


Kuningan-FOKUS JABAR

Ini wajib dilaporkan, Direktur BUMDes Prima, Désa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, Kabupatén Kuningan, Disinyalir langgar PP No 5 Tahun 2014 tentang disiplin PNS.

Adalah Ading Suwandi, salah seorang guru SD Ciawi Lor, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Desa Kalimanggis Kulon, ternyata merangkap jabatan sebagai Direktur BUMDes Prima. Padahal sudah jelas aturannya yakni PP no 5 tahun 2014 tentang aturan disiplin PNS

Adapun sanksi dalam pératuran tersebut Hukuman ringan: Terdiri dari teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis. 

Hukuman sedang: Terdiri dari penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun. 

Hukuman berat: Terdiri dari penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatan menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan, dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. 

Terkait hal tersebut Dinas Pendidikan Kabupatén Kuningan serta BKPSDM diharapkan untuk menindak tegas oknum PNS tersebut.

Sayangnya, saat tim media mencoba untuk mengkonfirmasi Ading Suwandi dengan mendatangi kantonya, orang yang dimaksud tidak ada di tempat.

(Bopih)

Aneh, Surat Petisi Pemberhentian Kades Padamenak Tidak Jelas Keberadaanya, Ada Apa Dengan Pemkab Kuningan?

Oktober 20, 2025
Saat Unjuk Rasa Menghendaki Kades Padamenak Lengser

Kuningan-FOKUS JABAR

Penanganan kasus dugaan mesum Kades Padamenak R melalui jalur birokrasi terkesan lamban. Padahal , surat petisi permohonan diberhentikannya Kades Rakiman, melalui surat petisi ke Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar sudah dikirim hampir sebulan lalu, tepatnya sejak tanggal (7/10) 

Cek Perapat miss v rapet miss v kembali perawan perapat miss v permanen 7 kapsul/kotak Obat gatal miss v kewanitaan Obat Keputihan Perapet Miss V mengatasi masalah keputihan dan menghilangkan bau tidak sedap Membuat Miss V menjadi ketat dan sempit dengan harga Rp44.550

Salah seorang warga Padamenak, Kadil Budianto yang mewakili warga lainnya berpendapat, apapun alasannya, kalau sudah sebulan belum ada kepastian, saya menilai kerja aparatur terkesan lamban. Tidak aspiratif. Tidak mementingkan keinginan rakyat.

“Padahal rakyat tidak minta proyek, tidak minta yang aneh-aneh, cuma minta Bupati memberhentikan kepala desa Padamenak yang sudah bikin resah karena tindakan asusilanya. Kades yang telah merusak kebahagiaan rumah tangga warganya,” ungkap Kadil

Klik untuk pemesanan

Anehnya, lanjut Kadil, saat ditindaklanjuti keberadaan surat petisi  yang ditujukan ke Bupati Kuningan, tidak jelas keberadaannya.

Pihak sekretariat Bupati menjelaskan bahwa surat petisi warga Padamenak belum sampai, begitupun saat ditanyakan ke Sekda Kuningan, Wahyu Hidayah, diapun mengatakan hal yang sama, surat belum masuk!

“Ini aneh.. Kenapa belum masuk.. Ada apa sebenarnya?” kata Kadil.

Sayangnya, saat hal ini hendak ditindaklanjuti ke DPMD, Kadis DPMD Budi Alimudin sedang tidak ada di tempat.

(Bopih)

Pj Sekda Kab Kuningan Wahyu Hidayah; "Tahun Ini Kuningan Membuka Lebar-Lebar Pintu Untuk Investor"

Oktober 17, 2025
Pj Sekda Kab Kuningan Wahyu Hidayah

Kuningan-FOKUS JABAR

Hengkangnya beberapa investor yang mau memarkir dana investasi di Kuningan beberapa tahun lalu, sempat menjadi barometer beberapa investor lainnya yang beranggapan kalau iklim investasi di Kuningan tidak sehat. 

Pj Sekda Kab Kuningan Wahyu Hidayah yang juga Ketua Forum Penataan Ruang Daerah ( FPRD ) mengatakan, Mulai tahun ini Kuningan sudah 'ramah' Investor 

“Ada dua investor yang mau berinvestasi di Kuningan. Tapi ini sedang berproses, yang jelas tidak ada masalah dan Kuningan ramah invesror " tegas Wahyu. 

Hal serupa dikatkan Kepala DPMTSP Dudi Pahrudin. Menurutnya, tahun ini sudah ada rencana investasi dua perusahaan besar, nilai investasinya 1,9 triliun. 

“Dulu kendala nya soal tata ruang, tetapi saat ini soal tata ruang sudah tidak ada masalah. Begitupun untuk kajian-kajian teknis lainnya sebagai syarat penerbitan izin usaha, seperti amdal, PPBG dan izin prinsip lainnya, investor diberikan akses dan kemudahan. Tujuannya agar investor pada datang ke Kuningan dan memarkir dananya di Kuningan " jelas Dudi. 

Sementara Kepala Bapeda Kuningan, Purwadi Hasan Darsono mengaktakan, konsep tata ruang Kabupaten Kuningan untuk lokasi lahan industri dan peruntukan lainnya sudah tidak ada kendala lagi. 

Kuningan membuka peluang ruang- lahan untuk lokasi berinvestasi. Pola ruangnya dengan penerapan Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Luasannya sekira 13.000 ha di Kuningan Timur, diantaranya di Kecamatan Ciawigebang, Cidahu dan Cimahi. 

"Meski ada kelonggaran berinvestasi, khususnya invstasi di bindang industri /pabrik, tetapi Kuningan masih menerapkan industri yang ramah lingkungan," tegas Purwadi. 

(Dik Oi)

Pendapat Bukti Kurang Kuat Pada Kasus Asusila Kades Padamenak Versi Kabag Hukum, Disoal Warga

Oktober 17, 2025
Gambar Hanyalah ilustrasi

Kuningan-Fokus Jabar 

Terkait dugaan perbuatan asusila Kepala Désa Padamenak, Kepala Bagian Hukum (Kabag Hukum) Setkab Kuningan, Mahardika Rahman, berpendapat bahwa bukti bukti yang dilampirkan dalam Petisi, baik keterangan maupun saksi masih ada kekurangan, tidak mendukung perbuatan asusila Hubungan Badan (HB)

Cek BPOM Obat Herbal Powermn Kapsul kuwat Original obat Tradisional Bpom Halal dengan harga Rp102.000

"Memang sulit untuk pembuktian perbuatan asusila, harus ada saksi yang melihat,” katanya.

Menurutnya, kalaupun ada bukti rekaman video pengakuan anak T, yang diduga pasangan selingkuh R, dimana sang anak mengaku melihat perbuatan mesum Kades R dengan ibunya, dan sang anak mengadukan dugaan kejadian pebuatan asusila kepada bapaknya. Walau begitu, tetap dinilai kurang kuat sebagai alat bukti. 

Termasuk adanya bukti lain, yakni bukti adanya screenshot chat WA  T dengan R, yang mana chat tersebut berisi percakapan ajakan pertemuan serta dugaan ajakan melakukan HB. Namun hal itu menurut Mahardika justru malah jadi pertanyaan.

“Kenapa chat (pelaku) malah disebar luaskan? perselingkuhan kan harusnya dirahasiakan? itu yang kurang masuk akal. Apakah benar itu chat an R dan T ? Sedangkan, bukti pengakuan T yang melakukan HB di salah satu penginapan/hotel di sekitar jalan menuju arah Cirebon tanpa menyebutkan nama hotel/penginapannya,” tutur Mahardika. 

Analisa Mahardika, bukti itupun tetap kurang kuat. Alasan nya karena pelaku tidak bisa menyebutkan nama penginapan /hotel tersebut. 

Di pihak lain, Aam, salah seorang warga Padamenak, justru mempertanyakan penjelasan Kabag Hukum. Menurutnya, kajian Kabag Hukum semacam itu, malah bisa memunculkan dugaan lain bagi warga. Warga malah bisa menduga hal itu sebagai bentuk pengingkaran pada kejadian hukum. 

Klik untuk pemesanan

Baca Juga : Proses Pemberhentian Kades Padamenak Sulit

“Dalih bahwa bukti-bukti, keterangan P anak T yang memergoki R lagi "bermesraan" dengan T di dapur dan sempat direkam warga, lalu keterangan beberapa warga yang sering melihat R keluar- masuk rumah T pada waktu yang tidak semestinya ( malam hari .red) padahal suaminya sedang tidak ada di rumah,” ujarnya. 

Selain itu, lanjut Aam, adanya pengakuan dari T yang diajak ke sebuah hotel dan melakukan hubungan layaknya suami -isteri, apa itu blm dianggap bukti kuat oleh Mahardika ?  

"Jadi pendapat Kabag Hukum ini lah yang dipersoal oleh kami warga Padamenak. Saya dan warga lainnya pasti akan bertanya ? Untuk kasus ini, pada siapakah hukum akan berpihak? Berpihak pada kebenaran atau berpihak pada ketidakbenaran? Jawaban nya mungkin pada keputusan Bupati Dian Rahmat Yanuar nanti ! " tegas Aam.

Baca Juga : Warga Tuding Ada Muatan Politik

Tanggapan serupa disampaikan warga lainnya, Adi, dengan berseloroh.

"Lili kIni bukan cerita sex Sugiono Jepang yang bisa ditonton dengan mudah. Untuk kasus R dimana warga harus membuktikan dengan melihat langsung hubungan intim atau video nya, ya susah, pelaku kan lebih hati-hati. Tetapi dengan prilaku yang diluar kebiasaan, misalnya dengan seringnya R masuk ke rumah T malam-malam, ini harus jadi pertimbangan kajian hukumnya Mahardika," ujar Adi 

(Bopih/ dik Oi)

Proses Pemberhentian Kades Padamenak Terbentur Bukti Bukti

Oktober 16, 2025


Kantor Kepala Désa Padamenak

Kuningan-FOKUS JABAR

Meski sebagian besar warga Padamanak, Kecamatan Jalaksana, Kabupatén Kuningan, telah berjuang keras ingin melengserkan Rakiman, Kepala Desa setempat yang belakangan ini sempat viral tersandung dugaan kasus asusila, namun tampaknya proses Pemberhentian sang Kades tidaklah semudah membalikan telapak tangan.

Padahal kabarnya, dalam Petisi warga yang diajukan agar Rakiman diberhentikan dari jabatannya, sudah dilengkapi dengan bukti bukti, termasuk Chat WA dan yang lainnya yang mengarah pada bukti bahwa Kepala Desa Tersebut benar diduga kuat melakukan asusila seperti rumor yang beredar.

Namun, dari informasi yang didapat Wartawan Fokus Jabar, bukti bukti tersebut dianggap tidak kuat.

“Ada Kabar, Kabag Hukum menyatakan bukti buktinya kurang kuat,” ungkap salah seorang warga, dalam sebuah Chat WA.

Cek TrailTop Ab Wheel Roller Hitung Cerdas Ab Roller 4 Wheel 3 in 1 Alat Fitness Alat Olahraga Di Rumah dengan harga Rp135.000

Terkait hal itu, salah seorang tokoh warga mengatakan, Rakiman sebaiknya legowo mengundurkan diri. Meski dia tetap kuat tidak bisa digoyang dari jabatannya. Tetapi kepercayaan masyarakat kepada dia sudah hilang.

“Logika nya kan kalau tidak ada kepercayaan masyarakat, bagaimana mungkin dia bisa memimpin sebuah pemerintahan. Hukum sosial itu lebih berat dampaknya,” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Kabag Hukum

(BOPIH/DIK OI)

Di Peringatan HPN Bupati Kuningan Pastikan Tidak Ada Warga Yang Kelaparan

Oktober 16, 2025

 

Bupati Kuningan Saat Beri Sambutan

Kuningan-FOKUS JABAR

“Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia (HPN). Pemerintah daerah berupaya memastikan harga pangan, terutama beras dan sembako, tetap terjangkau. Urusan beras bukan sekadar urusan perut, tapi urusan kedaulatan negara,” 

Demikian dikatakan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, MSi, saat memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-45, sambil menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Kertawana, Kecamatan Kalimanggis, Kamis (16/10/2025).

Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang sejak pagi telah memadati lokasi.

Dengan gaya khasnya yang hangat dan komunikatif, Bupati menyapa warga dan berdialog langsung dengan mereka. Bahkan memberikan bingkisan bagi warga yang berulang tahun hari ini.

Dian juga mengingatkan para camat dan kepala desa agar memastikan tidak ada warga yang mengalami kesulitan pangan di wilayahnya.

“Kalau ada warga yang kelaparan, ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dian memastikan harga bahan pangan di GPM jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. 

Misalnya, beras premium dijual Rp11.500 per kilogram dari harga pasar Rp14.500 per kilogram, dan telur ayam dijual Rp28.000 per kilogram dari harga pasar Rp32.000 per kilogram.

“Ke depan, mudah-mudahan GPM tidak di beberapa titik saja, tetapi dapat menjangkau hampir seluruh desa di Kabupaten Kuningan. Dengan kebersamaan, insyaallah ketahanan pangan masyarakat Kuningan akan semakin kuat,” harap Dian.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sekaligus Pj Sekda Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia di Kuningan dilaksanakan bukan dengan seremoni, melainkan melalui aksi nyata.

“Kita rayakan Hari Pangan Sedunia dengan tindakan nyata lewat Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Wahyu menuturkan, kegiatan GPM merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga, khususnya di desa-desa dengan tingkat kerentanan pangan.

“GPM diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu dengan menyediakan bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, terigu, gula, daging sapi, daging ayam, sayur mayur, hingga bumbu dapur dengan harga di bawah pasaran,” terangnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga berperan penting dalam membantu masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Cek TrailTop Ab Wheel Roller Hitung Cerdas Ab Roller 4 Wheel 3 in 1 Alat Fitness Alat Olahraga Di Rumah dengan harga Rp135.000

“Setelah beberapa kali pelaksanaan di berbagai lokasi, hasil evaluasi menunjukkan kegiatan ini sangat bermanfaat. Untuk tahun anggaran 2026, kami berencana mengalokasikan dana APBD agar GPM menjangkau lebih banyak desa,” harapnya.

(Bopih) 

Konsistensi Dalam Kaderisasi Kunci Organisasi Tak Kehilangan Jati Diri

Oktober 16, 2025
Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn Saat Hadiri Acara

Kuningan-FOKUS JABAR

“Konsistensi dalam kaderisasi adalah kunci agar organisasi tidak kehilangan arah dan jati diri,”

Demikian ungkapan Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn, sambutannya di acara kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) ke IV, yang diselenggarakanPengurus Cabang PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), di Kebun Raya Kuningan, Kamis, 16/10/2025

Kegiatan dihadiri oleh berbagai cabang PMII Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. 

Kebersamaan Usai Acara

“Di tengah derasnya arus globalisasi, transformasi digital, serta perubahan nilai sosial dan budaya, PMII dituntut mampu mempertahankan nilai-nilai dasar perjuangannya, yakni nilai keislaman yang moderat (tawassuth), nilai kebangsaan yang kuat, serta komitmen terhadap kemanusiaan dan keadilan sosial” Tutur Tuti

Cek KANGAROO 5IN1 TAS WATERPROOF BAG USBPORT FREE JAM TANGAN HEADSET DAN DOMPET dengan harga Rp35.000

Melalui Pelatihan Kader Lanjut ini, Tuti berharap bahwa kader PMII dapat terus mengasah tiga hal penting, diantaranya Kapasitas intelektual, dengan memperluas wawasan, kemampuan berpikir analitis, serta kemampuan membaca realitas sosial secara mendalam.

Integritas moral, dengan menjadikan nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jama’ah sebagai landasan bersikap dan bertindak dalam setiap lini kehidupan. Dan yang ketiga Komitmen pergerakan, yakni semangat untuk terus berjuang di tengah masyarakat, menjadi solusi atas persoalan bangsa, bukan bagian dari masalah itu sendiri.” Harapnya.

Tuti menilai bahwa Kaderisasi bukan hanya tentang banyaknya anggota, tetapi tentang kualitas manusia yang dilahirkan darinya. 

Cek TrailTop Ab Wheel Roller Hitung Cerdas Ab Roller 4 Wheel 3 in 1 Alat Fitness Alat Olahraga Di Rumah dengan harga Rp135.000

“PMII perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman ; menguasai teknologi, memahami dinamika politik dan sosial, serta membangun jejaring yang lebih luas, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar organisasi. Kaderisasi bukan melihat banyak tidaknya anggota, tetapi kualitas manusia yang dilahirkan dari kaderisasi itu sendiri” pungkasnya.

Kegiatan juga dihadiri langsung oleh Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si.


(Bopih)

Sampai Saat Ini Belum Ada Kejelasan Hasil Lab Kasus Luragung

Oktober 16, 2025
Gambar Hanyalah ilustrasi

Kuningan-FOKUS JABAR

Kasus keracunan MBG di SMKN 1 Luragung beberapa pekan yang lalu masih jadi bahan pembicaraan hangat. Kasus tersebut membuat orang tua siswa menjadi was was jika anak anaknya mengkonsumsi MBG. 

Adalah hal yang wajar jika kasus ini jadi sorotan publik, berharap adany hasil uji Lab yang di lakukan oleh tim satgas MBG Kabupaten Kuningan.

Ketua Gibas Kuningan Manap Suharnaf

Ketua Gibas Manap Suharnaf, dan Ketua Barak Nana Rusdiana.S.IP menyoroti masalah tersebut. Keduanya tidak akan berhenti mengkritisi setiap kebijakan dan Kinerja Pemerintah kalau belum keberpihakan kepada masyarakat.

Cek TrailTop Ab Wheel Roller Hitung Cerdas Ab Roller 4 Wheel 3 in 1 Alat Fitness Alat Olahraga Di Rumah dengan harga Rp135.000

“Program MBG itu harus benar-benar sesuai regulasi meskipun sekarang akan ada revisi regulasi baru menunggu Perpres baru.” kata Manap

Di pihak yang sama, Nana Rusdiana, mengatakan. SPPG yang melanggar regulasi, harus ditindak tegas oleh Tim Satgas MBG Kabupaten Kuningan. 

“Karena ini menyangkut nasib anak bangsa,jangan sampai Makan Bergizi Gratis beralih menjadi Makan Beracun Gratis,” kelakarnya.

Sebagai dua serangkai, Manap dan Nana, akan terus menyoroti hasil uji Lab MBG  kasus Luragung.

Klik untuk pemesanan

“Aneh hampir dua pekan belum ada transparansi dari Tim Satgas MBG, memang uji labnya di Luar negri?” Kata Nama.

Manap dan Nana menyayangkan tidak adanya kejelasan dari Tim Satgas terutama mengenai hasil Lab di SMA Luragung.

“Harusnya ada kejelasan. Apa yang menjadikan Keracunan makananya. kedepannya juga harus pembinaan dari Tim Satgas MBG Kuningan pada seluruh SPPG hang telah berjalan,” tegas mereka.

(Bopih)

Kos Kosan Di Manis Lor Resahkan Warga, Pemdes Kumpulkan Para Pemilik Kos

Oktober 15, 2025

 

Kasi Tantribum Kecamatan Jalaksana Moh Eden

Kuningan-FOKUS JABAR

Warga Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupatén Kuningan, merasa resah dengan adanya segelintir kos kosan yang diduga memancing perbuatan maksiat.

Sejumlah warga meminta perangkat desa setempat untuk melakukan teguran dan penertiban.

Cek Perapat Miss V Permanen Agar Kembali Perawan Pengencang Rapet Obat Keputihan Perapet Miss Mis V Kewanitaan Merapatkan miss v HERBAL PERAPAT herbal dengan harga Rp79.899

“Manis Lor adalah désa yang dikenal agamis. Terus terang kami merasa resah dengan adanya segelintir kos kosan yang kurang selektif, hingga bisa mengundang perbuatan maksiat,” ungkap salah seorang warga.

Baca juga: Kos kosan di Cirendang...

Terkait hal tersebut, Pemdes Manis Lor telah mengundang beberapa pemilik kos dalam sebuah pertemuan di Aula Balai Desa, Rabu, 15 Okteber 2025.

Menurut Kasi Tantribum Kecamatan Jalaksana, Moh Eden, pertemuan tersebut untuk membahas kesepakatan serta memberikan arahan kepada para pemilik kos kosan.

“Pertemuan ini sebagai upaya pencegahan jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi dikemudian hari. Kami juga memberikan penjelasan tentang tata tertib serta hal hal administrasi yang perlu dilengkapi saat menerima tamu kos,” tutur Eden.

Salah satunya contohnya, kata Eden, setiap pemilik kos kosan wajib mencopy data diri calon penghuni kos, KTP dan lainnya yang nantinya wajib diteruskan lagi ke pihak pemerintah desa.

Klik untuk pemesanan

“Hal tersebut untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Eden mengatakan, kejadian seperti ini kalau bisa jangan sampai mencuat dulu. Maksudnya, kalau bisa diselesaikan ditingkat desa, selesaikanlah di tingkat desa.


(Bopih)

Yang Ini Bukan Soal Keracunan MBG, Ela, Relawan SPPG, Naas Alami Kecelakaan Kerja

Oktober 14, 2025
Gambar Hanyalah ilustrasi

Kuningan-FOKUS JABAR

Kabar viral kali ini bukan soal keracunan MBG. Tetapi ada rumor heboh, Ela, seorang Relawan SPPG, asal Paniis alami kecelakaan kerja.

Sebelumnya informasi itu hanya seputar obrolan warga. Tapi rumor tersebut kemudian dibenarkan oleh salah seorang warga lainnya.

Baca Juga : Diduga Siwa SDN 1 Citangtu Keracunan MBG

“Benar ada kecelakaan kerja. Lumayan parah juga, sampai dirawat di RS Sidawangi,” ungkap salah seorang warga. 

Daftar Klik DI Sini

Menurutnya, awalnya korban berusaha menyalakan kompor. Begitu nyala, tiba-tiba api menyembur dan menyambar ke arah korban. Akibatnya, korban mengalami luka bakar yang cukup parah. Korban selanjutnya dirawat di RS Sidawangi sejak hari Jumat. 

Baca Juga : Keracunan MBG di Bandung

“Tapi, informasi terakhir korban sudah dipulangkan lagi ke rumahnya,” tuturnya.

Atas kejadian itu, Warga setempat merasa prihatin. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

(Bopih/Dik OI)

Cek TrailTop Ab Wheel Roller Hitung Cerdas Ab Roller 4 Wheel 3 in 1 Alat Fitness Alat Olahraga Di Rumah dengan harga Rp135.000.
v




Lagi, Dugaan Siswa Keracunan MBG Di Kuningan Jadi Bahan Perbincangan

Oktober 14, 2025

 

Kadisdik UU Kusmana, Saat Meninjau Langsung Ke SDN 1 Citangtu

Kuningan-FOKUS JABAR

Lagi lagi ada rumor dugaan siswa keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan. Dugaan kasus kali ini terjadi di SDN 1 Citangtu, Kecamatan Kuningan.

Dikabarkan, Kepala SDN 1 Citangtu, Evi Marlina, awalnya menyampaikan bahwa seluruh siswa masuk seperti hari hari biasa. Namun setelah didata ulang, ada 10 siswa tidak masuk. Mereka yang tidak masuk sokalah tersebut, umumnya mengalami sakit perut dan diare. 

“Kabarnya sih siswa yang tidak masuk itu karena sakit perut setalah makan dari MBG,” ungkap salah seorang yang enggan disebut namanya.

Terkait dugaan kasus tersebut, pihak pemerintah daerah segera ambil langkah. Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wahyu Hidayah, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., segera meninjau langsung kondisi sekolah, Selasa (14/10/2025).

Pj Sekda Cicipi Makanan MBG

Wahyu langsung menanyakan kepada pihak sekolah kondisi para siswa yang diduga sakit karena keracunan MBG.

Bahkan Wahyu juga sampai menegur Koordinator Lapangan Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) agar berhati hati menyediakan menu makanan.

Hebatnya, Wahyu tak segan mencoba tempe bacem yang ditinggalkan salah satu siswa, untuk memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak.

Hal serupa juga dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, U. Kusmana. Dia menegur pihak sekolah, Korwil, dan SPPG. 

UU menekankan agar sekolah lebih serius dalam memantau kondisi anak-anak, terutama mereka yang tidak masuk sekolah akibat sakit.

Cek TrailTop Ab Wheel Roller Hitung Cerdas Ab Roller 4 Wheel 3 in 1 Alat Fitness Alat Olahraga Di Rumah dengan harga Rp135.000.

Korwil juga diminta untuk selalu mengupdate informasi kondisi sekolah binaannya secara berkala. 

“Program ini merupakan program yang sangat mulia dari Presiden Prabowo Subianto. Jadi dalam melaksanakannya kita semua jangan main-main,” tegas U  Kusmana.

(BOPIH/Dik Oi)

Bau Busuk Korupsi Makin Menyengat, Pemasok Kusen Cor Posyandu Desa Padamenak Akui Belum Dibayar Lunas

Oktober 13, 2025

 

Kuningan-Fokus Jabar

 Setelah mencuat dugaan korupsi anggaran biaya pembangunan Posyandu, kini muncul berita baru terkait pembayaran sebagian material bangunannya yang belum dilunasi oleh pihak Pemerintah Desa Padamenak, Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan.

Salah satu pemasok material berinisial YT, mengungkapkan kepada awak media bahwasanya hingga saat ini pihaknya belum menerima pelunasan atas penjualan kusen cor yang telah terpasang di bangunan tersebut.

YT menyatakan bahwa ia telah menjual sejumlah kusen cor kepada PemDes Padamenak untuk kebutuhan pembangunan Posyandu. Nilai total penjualan mencapai Rp 3.060.000, namun hingga kini dirinya hanya baru menerima pembayaran DP (Down Payment) sebesar Rp 500.000.

> “Dari total Rp 3.060.000, saya baru dikasih uang DP Rp 500.000. Sisanya belum ada kejelasan sampai sekarang, padahal saya sudah beberapa kali mendatangi pihak desa untuk meminta pelunasan,” ungkap YT kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Menurut YT, kusen cor hasil buatannya sudah terpasang di bangunan Posyandu yang kini terbengkalai. Namun karena tidak adanya pelunasan pembayaran, ia berencana mengambil kembali material miliknya apabila pihak desa tetap tidak memenuhi kewajibannya.

> “Kalau memang tidak dibayar, saya akan kembalikan uang DP-nya dan ambil lagi kusen cor saya, walaupun harus saya bongkar dari bangunan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, pembangunan Posyandu Desa Padamenak telah menjadi sorotan warga karena progresnya yang mandek sejak tahun 2023. Kondisi bangunan masih belum rampung, bahkan sebagian dinding belum diplester dan lingkungan sekitar tampak terbengkalai.

Sejumlah warga mendesak agar pemerintah desa memberikan klarifikasi terkait keterlambatan pembangunan sekaligus transparansi penggunaan Dana Desa.

Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Padamenak maupun pihak Kecamatan Jalaksana belum memberikan tanggapan resmi terkait persoalan pembayaran material tersebut. 

(Red)

Manajemen Talenta Sistem Gemilang Bangun Kultur Baru Birokrasi Profesional

Oktober 13, 2025
Lounching Manajemen Talenta ASN Sistem Gemilang

Kuningan-FOKUS JABAR

“Pemerintah Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Pak Dian telah menunjukkan komitmen nyata terhadap meritokrasi. Ini bukan hanya soal sistem, tapi soal membangun kultur baru dalam birokrasi yang profesional dan berbasis kualitas,”

Demikian dikatakan Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen Aparatur BKN, Dr. H. Herman, M.Si., saat Launching Manajemen Talenta ASN dengan sistem “Gemilang” (Gali Potensi Melalui Talenta ASN Kuningan) Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (13/10/2025) di Teras Pendopo Kuningan.

Peluncuran Manajemen Talenta yang dilakukan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tersebut juga diikuti secara virtual oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Cek TrailTop Ab Wheel Roller Hitung Cerdas Ab Roller 4 Wheel 3 in 1 Alat Fitness Alat Olahraga Di Rumah dengan harga Rp135.000

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penilaian dan promosi jabatan, serta perlunya peningkatan kapasitas ASN melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

“Kami ingin birokrasi Kuningan ini bukan hanya bekerja administratif, tapi juga kreatif, kolaboratif, dan punya nurani. ASN yang cerdas bukan hanya pintar, tapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegasnya.

Dian menambahkan, manajemen talenta merupakan jembatan antara potensi dan kesempatan. 

ASN yang punya potensi, berkinerja baik, dan ber attitude akan menemukan ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Priyatno, S.Sos., M.Si.,

Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Priyatno, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyebut, pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, PermenPANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN, serta Keputusan Kepala BKN Nomor 441 Tahun 2025 tentang Percepatan Penerapan Manajemen Talenta.

Klik di sini untuk pemesanan

Menurutnya, penerapan sistem “Gemilang” bertujuan untuk mengelola pegawai berbasis kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, sekaligus menggali potensi terbaik ASN dalam meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan keadilan karier.

(BOPIH)

Random Posts

 


Business


 

top navigation

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.