Subscribe Us

Lengkapi Petisi Penurunan Kades Padamenak, Warga Dan BPD Gelar Musyawarah Kejadian Luar Biasa

Suasana Musdeskalub Di Balai Desa Padamenak


Kuningan - FOKUS JABAR

Proses penurunan Kepala Desa Padamenak Rakiman masih berlanjut hingga sore ini. Hal ini karena Camat Jalaksana Bagja Gumelar meminta pihak BPD melengkapi kesempurnaan berkas petisi, yaitu no berkas surat dan Hasil Rapat Musyawarah Desa Kejadian Luar Biasa ( Musdeskalub ). 

Musdalub ini merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat untuk penurunan Rakiman dari jabatan Kepala Desa. 

Cek Alat Latihan Paha Di Rumah / Senam Kegel otot Paha Alat Gym Kegel / Alat Fitness Otot Paha Kaki Trainer Home Workout Alat Latihan Wanita dengan harga Rp77.000.

Musdeskalub dimaksud dilaksanakan pada Selasa sore 30/09. Dihadiri oleh anggota BPD, perangkat Desa Padamenak, LPM, Ketua PKK, Ketua Karang Taruna, Seluruh Ketua Dusun dan Ketua Rt Desa Padamenak, Linmas dan pengurus Bumdes Menak Mandiri, Tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat serta warga Desa Padamenak. 

Turut menyaksikan proses Musdalub Kapolsek dan anggota, Danramil dan anggota ti serta Camat Jalaksana dan unsur kecamatan lainnya.

Kapolsek Jalaksana, AKP Imam Rubianto sebelum acara dimulai berpesan dan meminta warga tetap menjaga ketertiban, dan menjaga situasi tetap kondusif seperti pada aksi-aksi massa sebelumnya.

"Saya ditelpon Kapolres, menanyakan situasi Desa Padamenak saat ini, saya jawab aman dan kondusif. Untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada warga yang bisa menjaga situasi tetap kondusif. Dan ini sesuai harapan kapolres" jelas Imam.

Di pihak lain, mewakili Pemdes Padamenak, Sekdes Edi Sarmedi berharap agar musyawarah desa sekarang bisa menuju titik terang apa yang jadi harapan dan tuntutan warga. 

Saat membuka acara Musdeslub, Ketua BPD, Jasa, menjelaskan kalau musyawarah ini dilaksanakan sesuai intruksi Camat Jalaksana Bagja Gumelar. Sebagai kelengkapan petisi tuntutan warga. Jasa juga kembali menjelaskan aspirasi tuntutan.

Hj. Nining St Aningsih

Sementara itu, mewakili kaum perempuan dan yang ditokohkan masyarakat, Hj. Nining Siti Aningsih meminta agar kasus penurunan Kades Rakiman tidak bertele-tele.  

"Kades harus segera diberhentikan secepatnya. Birokrasi jangan jadi alasan menunda-nunda tuntutan masyarakat. Persoalannya sudah jelas, Rakiman terbukti pemimpin yang tidak bermoral !" tegas Nining. 

Yoyoh Yuningsih

Hal senada disampaikan Yoyoh Yuningsih sebagai wakil ibu-ibu Majelis Taklim Padamenak. Dia meminta agar pemerintah khususnya kecamatan segera menindak-lanjuti secepatnya. Tidak mengulur-ngulur waktu. 

"Saya sebagai perempuan merasa prihatin dengan perilaku kades yang tidak bermoral. Saya mewakili ibu-ibu lainnya, tidak mau dipimpin oleh kepala desa tidak bermoral dan menyalahi kode etik sebagai penyelenggara pemerintahan." tandas Yoyoh 

Begitupun Endang, sebagai wakil Karang Taruna, mengatakan bahwa dirinya merasa prihatin dan malu pada kelakuan Kades Rakiman. 

"Sebagai generasi muda dan pribadi saya merasa malu, harga diri warga desanya sendiri di injak-injak." kata Endang.

Kades Rakiman, lanjut Endang, dinilai meresahkan dan membuat warga terkotak-kotak. Kebijakannya diduga masih berkaitan dengan perpolitikan Pilkades. 

Misalnya saja, tutur Endang, dalam pengerjaan proyek-proyek di desa, yang dilibatkan hanya orang-orang tertentu sebagai balas budi pada saat Pilkades dulu. 

“Ini yang mengkotak-kotakan warga. Akibatnya menimbulkan kecemburuan sosial warga yang tidak dilibatkan dalam pekerjaan desa." Ungkap Endang. 

Lebih tajam lagi Endang memaprkan, termasuk pada saat awal pengangakatan kasus perselingkuhan ini, opini publik digiring seolah olah karena masalah politik.

“semoga ini menjadi pembelajaran bagi warga. Ini bukan masalah politik, tapi masalah moral. Saya meminta agar Kades Rakiman turun dari jabatannya. Baik secara legowo ataupun terpaksa." tegas Endang, berapi api.

Tokoh masyarakat lainnya yang juga korlap aksi massa dan pengawal petisi penurunan Kades Rakiman, Teguh Prambudi Sentoso pun tidak kalah keras menyuarakan aspirasinya.

"Menyikapi kasus ini, menyikapi perilaku Rakiman, saya merasa malu. Apalagi dirinya dan Rakiman merasa sama2 sebagai warga pendatang. Seharusnya mau menjaga sikap, menjaga adab. Dimana bumi dipijak disitu bumi dijunjung. Jangan malah sebaliknya, bersikap arogansi. Tidak tahu etika tidak punya attitude,” kata Teguh 

Karenanya, seperti warga lain yang hadir disini, Teguh juga menuntut Rakiman turun dari jabatannya sebagai kades karena tidak punya moral dan dianggap telah meresahkan warga dengan kelakuannya.

Menyimpulkan Rapat dan keputusan hasil Musdalub, l Jasapun berpendapat, bahwa dia merasa yakin kades akan mengundurkan diri. Kalau pun tidak mau mengundurkan diri sanksi sosial sudah dialaminya sejak kasus mesum tersebar. 

Sementara itu, menurut keterangan salah seorang sumber di pemerintahan desa, Kades Rakiman sudah tidak pernah ngantor lagi.

Sedangangkan berita acara hasil Musdalub menindaklanjuti aspirasi Masyarakat Padamenak menyoal Saudara Rakiman Jabatan sebagai Kepala Desa Padamenak oleh BPD, Lembaga Desa, Tokoh masayarakat dan masyarakat dengan pertimbangan, sosiologis, psikologis, moralitas dan pertimbangan administrasi pemerintahan, 

BPD mengambil keputusan yaitu menyarankan saudara Rakiman mengundurkan diri dari kepala desa dan apabila tidak mengundurkan diri, kami (BPD) memberi rekomendasi kepada Bupati Kuningan melaui Camat Jalaksana untuk diberhentikan. 


(dik Oi)

Tidak ada komentar:

Random Posts

 


Business


 

top navigation

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.