Aneh, Surat Petisi Pemberhentian Kades Padamenak Tidak Jelas Keberadaanya, Ada Apa Dengan Pemkab Kuningan?
![]() |
| Saat Unjuk Rasa Menghendaki Kades Padamenak Lengser |
Penanganan kasus dugaan mesum Kades Padamenak R melalui jalur birokrasi terkesan lamban. Padahal , surat petisi permohonan diberhentikannya Kades Rakiman, melalui surat petisi ke Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar sudah dikirim hampir sebulan lalu, tepatnya sejak tanggal (7/10)
Salah seorang warga Padamenak, Kadil Budianto yang mewakili warga lainnya berpendapat, apapun alasannya, kalau sudah sebulan belum ada kepastian, saya menilai kerja aparatur terkesan lamban. Tidak aspiratif. Tidak mementingkan keinginan rakyat.
“Padahal rakyat tidak minta proyek, tidak minta yang aneh-aneh, cuma minta Bupati memberhentikan kepala desa Padamenak yang sudah bikin resah karena tindakan asusilanya. Kades yang telah merusak kebahagiaan rumah tangga warganya,” ungkap Kadil
![]() |
| Klik untuk pemesanan |
Anehnya, lanjut Kadil, saat ditindaklanjuti keberadaan surat petisi yang ditujukan ke Bupati Kuningan, tidak jelas keberadaannya.
Pihak sekretariat Bupati menjelaskan bahwa surat petisi warga Padamenak belum sampai, begitupun saat ditanyakan ke Sekda Kuningan, Wahyu Hidayah, diapun mengatakan hal yang sama, surat belum masuk!
“Ini aneh.. Kenapa belum masuk.. Ada apa sebenarnya?” kata Kadil.
Sayangnya, saat hal ini hendak ditindaklanjuti ke DPMD, Kadis DPMD Budi Alimudin sedang tidak ada di tempat.
(Bopih)








Tidak ada komentar: